Latihan Kehidupan

Berikut ini adalah cuplikan dari buku BEKERJA (oleh J White). Program latihan kehidupan dari Allah untuk kita:

  • Bila anda mengalami konflik dengan atasan anda, mungkin Allah sedang mencoba mengajar anda tentang ketaatan kepada atasan seperti yang diajarkan Alkitab.

    Latihan Kehidupan
    latihan badani dan latihan kehidupan sama penting
  • Bila anda mengalami kesulitan keuangan yang amat genting, mungkin Allah sedang mengajarkan anda sesuatu tentang kemurahan atau materialisme.
  • Bila anda mengalami konflik dengan suami atau istri anda, mungkin Allah sedang mengajarkan anda sesuatu tentang pandangan Alkitab tentang hidup perkawinan.
  • Bila anda diperlakukan secara tidak adil dalam pekerjaan anda, mungkin Dia sedang mengajarkan anda bagaimana merasa damai dalam keadan-keadaan yang sulit.
  • Bila anda bosan dan tawar hati dalam pekerjaan anda, mungkin dia sedang mengajarkan anda sesuatu tentang kesabaran dan kegigihan.
  • Bila anda kehilangan pekerjaan, mungkin Dia sedang mengajarkan anda agar bergantung kepadaNya dan menyebabkan anda menilai ulang prioritas-prioritas serta tujuan-tujuan anda.
  • Bila anda merasa tertekan pada bidang pekerjaan anda karena anda tidak melaksanakan tugas anda dengan baik, mungkin Dia sedang mengajarkan sesuatu tentang kesetiaan dan apa artinya diberikan kepercayaan.
  • Bila anda mengalami rasa takut dan tidak aman dalam pekerjaan anda, Allah mungkin sedang mengajarkan anda agar bergantung kepadaNya dan menemukan jaminan anda di dalam Dia.

Resume lebih panjang dari buku ini, silakan mengambilnya di: https://lifejour.files.wordpress.com/2010/11/debo10-jwhite-bekerja-gun.pdf.

Mentraktir Allah

Interaksi kita dengan anak banyak memberikan pelajaran. Betullah kata orang: mendidik anak adalah mendidik orang tua. Berikut ini kesaksian seorang teman tentang anaknya yang berusia sekitar 7th.

anak memerlukan banyak latihan

Kemarin putra kami menjemput saya di kantor. Sambil nunggu saya, dia minta diantar maminya untuk ambil uang dari tabungannya di ATM Mall Gran Indonesia. Saya menjumpai anak saya dan maminya di satu resto, dan maminya cerita bahwa anak kami mau traktir. Tapi hanya minuman, dengan syarat harga dibatasi. Tapi maminya sendiri justru sudah memesan makanan dengan harga jauh lebih mahal. 🙂

Dia terlihat sangat bangga ketika membayar tagihan minuman, yang dipisah dari makanan. Apalagi ketika kami ucapkan terimakasih atas “kesediaannya mentraktir”…. Dia lupa bahwa dana yang ada di rekeningnya adalah dari papi maminya, disamping pemberian dari kerabat-kerabat. Ketika anak saya menghitung uang untuk membayar dan mencek kembaliannya, sebetulnya saya merasa tidak tega bahwa dia membayar minuman. Tapi saya tahan perasaan dan biarkan dia belajar untuk membayar dan berbagi. Ketika kemudian kami mau beli yoghurt, dia kembali mau bayar sendiri, tapi saya buru-buru membayar.

Hari ini, saya dan maminya transfer lagi uang ke rekening tabungannya. Lebih banyak dari yang dibelanjakannya kemarin. Rasanya, senang sekali hati ini, ketika kemarin kami “ditraktirnya”, walau uang itu dari kami asalnya.

Saya merenung, mungkin hal yg sama sering terjadi pada kita. Saat saya merasa sudah berbuat baik ketika memberi pada-Nya, dari apa yang sebenarnya adalah milik-Nya, pemberian-Nya. Mungkin saya justru sering berhitung-hitung atau sudah merasa sangat pemurah dalam memberi sebagian kecil dari pemberian-Nya itu… Kalau kita ortu yang tidak sempurna bersikap begitu sayang dan protektif terhadap anak kita, bukankah Allah yang Maha Kaya dan Pemurah itu lebih lagi, dalam mewujudkan kasih-Nya pada kita?

Saya belajar banyak dari kejadian kecil tsb…. (HP)

Aktivitas dan Konsep Diri

Aktivitas bersama orang tua dan anak, dan apalagi dalam komunitas besar, bisa sangat berguna untuk mendidik konsep diri anak-anak kita. Kebersamaan dan aktivitas itu sendiri saja sudah berguna, apalagi jika ketika aktivitas itu orang tua memberi komentar-komentar yang bagus/membangun.

anak - mahasiswa - orang tua

Salah satu aktivitas yang favorit adalah olahraga bersama (badminton, bola tangan, futsal, dst). Olahraga sudah jelas baik bagi kesehatan fisik. Olahraga tim lebih lagi gunanya untuk kesehatan mental. Melalui olahraga, kita bertumbuh dalam banyak hal.

Variasi komunitas: selain komunitas keluarga, aktivitas ini bisa dilakukan dalam konteks dengan mahasiswa. Ada kelebihannya lagi: anak-anak akan menatap seniornya, dan mulai diberi wawasan tantangan ke depannya. Variasi lain adalah menerima tamu atau interaksi dengan satu dua keluarga dari komunitas lain.

Self Development

Bagaimana kita berkembang? Bagaimana kita bertumbuh? Salah satu jawaban sentral atas pertanyaan itu adalah: siapa di sekitar saya, bagaimana interaksi saya dengan sekitar saya.

Pro 13:20  Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang.

self development = community development

Setiap orang dalam komunitas memiliki setting hidup berbeda, keyakinan yang berbeda/unik, kemampuan dan cara berpikir yang berbeda, dst. Interaksi orang-orang yang berbeda ini akan saling melengkapi dan memberi inspirasi, membawa keseluruhan komunitas itu ke arah kemajuan bersama-sama. Adalah sayang sekali, jika kita tidak memanfaatkan atau tidak saling bergantung satu sama lain, apalagi jika kita loneranger.

Bagaimana setting saling mengembangkan ini? Satu orang ketika perjalanan dinas ke kota lain, bisa mengunjungi keluarga/teman yang ada di kota tsb, menikmati waktu bersama dan saling berdiskusi tentang isu-isu yang dihadapi. Oh indahnya… Setting lain lagi adalah: interaksi makan siang dengan teman-teman yang kantornya satu gedung, meski beda kantor/pekerjaan. Setting ini sangat simpel, tidak perlu energi besar.

Life is a journey!

Hidup adalah sebuah perjalanan. Awal dengan kelahiran, akhir dengan kematian. Suatu misteri yang bagi beberapa orang menegangkan, tapi bagi sebagian yang lain sebuah keasyikan untuk menjalaninya. Banyak gambaran tentang bagaimana itu kehidupan. Film-film menyatakan apa yang orang pikir tentang kehidupan. Apakah kita cukup yakin dengan apa yang kita jalani?