Dunia Menjerit, Apa Jawabmu

Judul di atas adalah sebuah judul/topik bahasan sebuah “seminar” waktu saya masih SMA (some time between 1983-1986). Dunia menjerit, apa jawabmu? Seorang sobat saya menyahut di belakang: “Ikut  menjerit!” Ha..ha.. dia memang lucu.

Rom 8:22  Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin.

Segala makhluk sama-sama sedang menjerit. Kemacetan, penyakit, kemiskinan, gempa bumi, banjir, … apalagi yang kurang di negara kita ini? Dunia menjerit.

dunia  menjerit, apa  jawabmu
jakarta dari atas monas

Rom 8:23  Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.

Dan kita juga mengalami hal yang sama. Kita tidak imun, tidak diistimewakan. Tujuannya apa?

Rom 8:24-25  Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya? Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.

Supaya pengharapan itu bekerja pada saat yang tepat. Pengharapan itu perlu bekerja ketika kita masih di tengah dunia yang penuh jeritan. Kita harus  hidup dalam perspektif pengharapan. Lebih dasarnya lagi, kita harus hidup dalam perspektif rencana Allah. Jika tidak, kita akan kebingungan kemana saya ini, mengapa saya mengalami ini? Dengan perspektif ini, kita akan bertekun dalam penderitaan.

Rom 8:28  Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Apa rencana Allah? Apa kebaikan yang bisa muncul melalui kesulitan ini?

Rom 8:29  God knew what he was doing from the very beginning. He decided from the outset to shape the lives of those who love him along the same lines as the life of his Son. The Son stands first in the line of humanity he restored. We see the original and intended shape of our lives there in him.

Supaya kita dibentuk melalui penderitaan. Tanpa transformasi hidup secara radikal, tidak ada rasanya hidup kita. Jika garam menjadi tawar, ….? Salah satu kebutuhan saat ini adalah: transformasi diri kita.

Mat 5:13  “Let me tell you why you are here. You’re here to be salt-seasoning that brings out the God-flavors of this earth. If you lose your saltiness, how will people taste godliness? You’ve lost your usefulness and will end up in the garbage.

Php 2:15  Go out into the world uncorrupted, a breath of fresh air in this squalid and polluted society. Provide people with a glimpse of good living and of the living God. Carry the light-giving Message into the night.

Dunia menjerit, apa jawabmu? Ikut menjerit!

Benar, kita juga menjerit, tapi jeritan kita adalah keluhan kepada Allah, sebuah doa. Dan sementara kita sendiri bergumul dengan semuanya, kita berserah dan diubahkan menjadi kesaksian.

1Pe 3:15  Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat,

Mari kita bertekun bersama….

Advertisements

One thought on “Dunia Menjerit, Apa Jawabmu

  1. Hidup adalah suatu perjalanan rohani. Suatu pengalaman perjalanan yang kaya
    rasa, kaya rupa, … Naik dan turun, ombak dan angin sepoi, … Semua akan
    kita jalani.

    Dalam perjalanan inilah, kita ingin mengajak orang lain juga menikmati
    bersama perjuangan itu. Tidak usah/perlu/bisa tunggu selesai baru kita bisa
    ajak orang lain berjalan bersama, … Hidup kita tak akan pernah selesai.
    Tapi biarlah tangisan dan perjuangan kita juga bisa membawa orang lain untuk
    semakin mengenal Allah bersama kita.

    Dengan begitu, usaha kita bukanlah karena superiority, tapi persaudaraan dan
    persahabatan. Mari kita berbuat baik untuk mereka yang menderita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s