Mengenali Sapaan TUHAN

Sapaan Tuhan setiap kali kukenali, dalam diri para sahabat yang bersapa, memberiku salam, dan mengasihi.  Sakit dan sikon yang dibatasi bahkan memberiku lebih banyak kesempatan menikmati relasi baru,  baik dengan sahabat lama, juga dengan kawan-kawan yang baru baru berjumpa.

***
Hari ini jadwalku cuci darah maju lebih pagi. Ruang HD ini seakan jadi tempat pertemuan yang memang dirancang untuk memberi kesempatan bagi antar pasien dan perawat yang berjaga untuk saling berbagi. Demikian juga antar sesama pengantar yang menunggui.  Mendapatkan bahwa saat sakit ada sesama yang senasib dan sepenanggungan ternyata menguatkan. Dan kesaksian serta tips-trik bagaimana mengatasi kondisi-kondisi dalam keterbatasan menjadi lebih didengar karena langsung diceritakan oleh yang mengalami, bukan katanya-katanya.

Percakapan-percakapan yang terjadi membantuku untuk lebih dalam lagi ber-refleksi, betapa memaknai keberadaan diri memang bukan perkara sederhana. Itu dilakukan pasti dalam dialog terus menerus dengan relasi dan pengalaman keseharian yang dijalani.  Kawan bercakap membantu sungguh untuk aku bisa mengerti, juga mengerti bahwa dalam perkara-perkara tertentu aku belum atau bahkan tidak mengerti sama sekali. Padahal pengertian adalah kunci menemukan bijak. Bila kita masih saja bebal tak peduli bagaimana bisa tahu bahwa yang dijalani itu memang berharga dan nyata?

***
Aku tak menghitung berapa, tapi rasanya orang yang kontak denganku dan bahkan secara sengaja mengunjungi untuk bertemu di hari-hari sesudah aku diproklamirkan  sebagai pasien gagal ginjal ini bahkan lebih banyak.  Selain cinta apakah yang bisa membuat orang sedemikian memperhatikan, mencari kabar berita, berusaha membantu semampu yang bisa, mendoakan, dan tiap kali ikut menangis dan tertawa bersama? Dengan apa aku bisa menghargai segenap keprihatinan dan pernyataan berbela rasa yang diwujudkan?

Beberapa kawan sedemikian istimewa berinisiatif dan sungguh aku sangat menghargainya. Ada kawan yang tinggal di belahan bumi sana, tapi melalui email senantiasa mengikuti perkembangan dari hari ke hari sejak mengetahui sakitku. Tahu betapa aku capek dan jenuh dengan beratus ribu artikel dan situs website tentang penanganan sakit gagal ginjal mendorongnya mengirim hanya beberapa artikel dan topik pilihan yang kurasakan sungguh sangat berguna. Ada yang mencetakkan buku panduan dari National Kidney Foundation yang sangat ringkas tetapi memang harus diketahui dan memberikannya padaku. Ada yang dengan sangat hati-hati memberikan wawasan dan pertimbangan lain sehingga tiap-tiap langkah medis maupun metode alternatif yang kujalani sungguh teruji dan aman.

Tak kalah penting juga kawan hehehe yang memelihara kewarasanku dengan kegilaan mereka menggoda dan meledekku tiap bertemu, maupun lewat sms maupun pesan-pesan singkat yang tiap kali dikirimkan. Kaco memang, tapi bahkan dalam kekacauan itu kurasakan ada dinamika kehidupan.  Jadi janganlah bayangkan rutinitasku sebagai pasien yang lesu tak berdaya meratapi nasibnya. Sebaliknya bahkan sekalipun melewati lembah kekelaman, gada dan tongkat yang tersedia cukup menghiburku.  Bagi yang mengikuti jurnal-jurnal yang kutulis di hari-hari lalu, tentu dapat dengan segera mendapati bahwa aku ternyata tetap bisa “gila” hahaha.

***
Aku pernah nulis, refleksi perjalanan hidupku, betapa Tuhan menyapaku tiap kali dengan canda-canda yang membuatku harus berhadapan dengan keadaan yang sama sekali tidak kurencanakan, atau kuingini. Satu sobat kecilku kemarin bilang, itu cara yang dipakai supaya hidup kita bisa naik kelas, jadi memang perlu ada test dan ujian. Nah, kalau seperti itu, orang lain tak bisa iri, wong mengingini saja tak bisa, mau ikut-ikutan juga buntu jalannya. Sekarang aku mikir,  bisa nggak ya pemahaman tentang Tuhan yang bercanda diajarkan di PPA GKJ (Pokok-pokok Ajaran).  Paling tidak bagiku pribadi, itu menolongku untuk kuat dan tegar, bahkan bisa menertawai diri dengan bebas lepas dan syukur.

Hidup beriman adalah menyiapkan diri  agar bisa merayakan karya penyelamatan  Allah dalam kehidupan kini dan di sini.  Aku ingin beriman dengan otentik,  dengan sukacita  dan syukur senantiasa. Semoga catatanku ini juga bisa menjadi sumbangan untuk arak-arakan meriah, bukan malah keluh  dan kesah. (ytp)

Ruang HD RS Bethesda, Senin 15 April 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s