Umur adalah Misteri

downloadTanggal 22 Maret malam, adik dari istri ponakan meninggal dunia di fitness centre, usia menjelang 28. Dia meninggalkan seorang istri dengan baby yang belum sebulan di kandungan (menikah belum 3 minggu).

Tanggal 29 Maret malam, abangnya kawan meninggal ketika main futsal di Cikarang (after office hour), usia 42. Dia meninggalkan istri dan 3 anak di Citayam (Depok).

Keduanya meninggal pas atau usai olahraga, yang notabene adalah kegiatan kesehatan.

Pelajarannya:

  • Apakah saya mengambil jenis dan intensitas olahraga yang tepat buat saya?
  • Apakah saya aware dengan kondisi-kondisi khusus tubuh saya?
  • Apakah saya seimbang dalam berbagai pola hidup? (istirahat, makan, olahraga, pikiran, dst)
  • Apakah saya telah menyiapkan diri bahwa saya bisa dipanggil setiap saat? Apakah saya telah menyiapkan sesuatu yang perlu buat orang-orang yang akan saya tinggal?
Advertisements

Jalan Buntu

stock-photo-dead-end-sign-935018Sebagai orang beriman walau memiliki banyak pegangan Firman Tuhan dan pengalaman bersama Tuhan, ada kalanya satu masa dalam hidup kita, kita menemui jalan buntu dan keadaan yang dinilai sangat tidak menyenangkan.

Tokoh-tokoh Alkitab juga mengalaminya.

  • Musa dengan jalan buntu berupa padang gurun.
  • Daniel dengan jalan buntu berupa gua singa.
  • Sadrakh dkk jalan buntu berupa dapur api.
  • Tuhan Yesus jalan buntu berupa ‘cawan itu’ yang harus diminum.
  • Paulus jalan buntu berupa penistaan agama.
  • Dst.

Tips untuk meresponi keadaan jalan buntu sebagai pemenang pertarungan iman:

  • Datang kepada Allah Bapa dalam doa.
  • Mengakui kedaulatan mutlak Allah atas segala sesuatu dan bersyukur atas anugerah-Nya dalam Kristus.
  • Mengakui kesempurnaan jalan-jalan dan rencana Tuhan dan berserah diri sepenuhnya pada kehendak-Nya.
  • Jujur dengan keadaan diri dan memohon kelepasan.
  • Menyatakan diri berserah dan tunduk jika harus melalui jalan yang tidak kita kehendaki, “jangan kehendakku, melainkan kehendak-Mu yang jadi”.
  • Bersyukur dan memuji DIA karena rencana-Nya yang mulia.

Matius 26:39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”

Daniel 3:17-18, 26 Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.” Lalu Nebukadnezar mendekati pintu perapian yang bernyala-nyala itu; berkatalah ia: “Sadrakh, Mesakh dan Abednego, hamba-hamba Allah yang maha tinggi, keluarlah dan datanglah ke mari!” Lalu keluarlah Sadrakh, Mesakh dan Abednego dari api itu.

Filipi 4:6-7 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

Kolose 3:15 Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.

Krista, 1 April 2017

Transformasi Kedukaan

RS Cikini, Jakarta, 7 November 2013

Ada TV kabel di ruang isolasi, salah satu film yang kutonton dari HBO berjudul “Mary and Martha”. Mary berasal dari keluarga kelas atas di NY USA, sedangkan Martha keluarga biasa dari UK. Kesamaan keduanya, putra mereka sama-sama meninggal di Afrika, oleh karena malaria.
Mary membawa anaknya George yang baru berusia 10 tahun untuk tinggal dan belajar pengalaman hidup di negeri Afrika. Di satu pelosok benua itu ia bertemu dengan Dolp,  pemuda sukarelawan yang bersemangat  mengajar anak-anak di satu panti asuhan, anak dari Mary.
Musibah terjadi, George digigit nyamuk malaria. Fasilitas medis tak memadai dan sudah terlambat untuk menolongnya. Ternyata putra Martha kemudian juga mengalami hal serupa. Jadilah dua orang dari negara maju dan kaya itu juga menjadi korban, meninggal bersama statistik setengah juta anak Afrika yang mati tiap tahun karena wabah malaria. Korban meninggal karena malaria pertahun di antara anak-anak Afrika dua kali lebih besar daripada korban tentara AS yang mati sepanjang perang Korea,  Vietnam, Irak dan Afganistan.

***
Martha dengan kesedihannya pergi ke Afrika ke panti asuhan tempat mendiang anaknya menjadi relawan mengajar, bertemu dengan Mary yang juga tak habis menyesali mengapa anaknya meninggal. Martha usai melihat pekerjaan anaknya menjadi bersemangat untuk menjadi relawan juga, sementara itu wabah malaria terus membuat anak-anak menderita sakit dan meninggal.
Maka bila adegan-adegan awal banyak mengekpos eksotisme negeri Afrika, keelokan padang sabana dan hewan-hewan besar yang berlarian di atasnya; Adegan selanjutnya adalah betapa wabah kematian karena malaria mengganas dan menyebarkan duka. Mary dan Martha sekarang menghadapi kenyataan duka yang ada. There must be more to life than this! Malaria bukan wabah yang tak bisa dilawan!
Singkat cerita, Mary pulang dan memperjuangkan ke pemerintahnya agar program perang melawan malaria dijalankan sebagaimana mestinya. Sementara Martha mengerjakan tugas relawan dengan kenangan akan anaknya. Dengan banyak halangan dan ketidakpedulian, akhirnya dengar pendapat di Senat memutuskan untuk mendukung program perang melawan malaria.

***
Aku senang nonton film ini, indah, manusiawi, mengubah dari kedukaan bahkan menjadi ethos juang kemanusiaan yang universal.
Delapan bulan sebagai pasien gagal ginjal dan harus cuci darah seminggu dua kali yang kujalani selama ini juga layak kusebut sebagai pengalaman kedukaan. Bukan hanya untukku pribadi, tetapi juga keluarga, jemaat, dan komunitas terkasih yang mengitariku selama ini.
Sekarang aku dalam masa pemulihan usai transplantasi ginjal. Enam hari kujalani tanpa hemodialisis dan kreatinku pagi ini turun lagi ke angka 1,4. Beberapa hari lagi semua jarum dan selang yang menempeliku dilepas. Serasa jadi manusia baru, bebas dan lepas.
Sekarang dengan apa hendak kunyatakan syukurku? Bila dalam kisah Mary dan Martha di atas mereka menemukan jalan panggilan yang baru dengan menggerakkan program melawan malaria di seluruh dunia, misi apa yang menantiku seusai ini?

***
Aku sadar dan bersabar, masih harus menjalani masa isolasi dan beberapa keterbatasan sebagai orang yang menerima transplantasi ginjal. Apapun itu, sekarang aku ingin mengajak merayakan hidup baru dengan ginjal baru yang sudah bebas cuci darah dua kali seminggu.

Salam
Pemulung Cerita

Anak dan Motor

Saya ingin bercerita hal kecil tentang anak saya (sekarang udah kuliah, baru masuk semester 1) dan motor. Hal yang kecil tapi penting dalam fase pertumbuhan anak.

Sejak kecil kami menyadari anak kami kurang bagus dalam hal motorik (kasar). Saya ndak tahu apakah jatuh dari mainan baja di TK Besar (yang membuat dia patah tulang dan digips) adalah bagian dari itu. Main sepeda juga tidak secepat kebanyakan anak tetangga. Dia baru bisa naik sepeda seingat saya kelas 4 (setelah saya ajarin dengan cara preman di kampus). Dan setelah bisa naik sepeda dia hobi banget sepedaan dengan anak-anak tetangga (dan bersama dengan jus tiap hari, membuat dia sembuh dari asma).

belajar motor di kampusAkhirnya tahun 2010 saya mulai ajarin dia naik motor, juga di kampus. Foto terpampang adalah Desember 2010, berarti kelas 10 (umur 15). Terasa lambat sekali dibanding anak teman saya, SMP pun sudah bawa motor ke sekolah (tidak disarankan). Rencananya ntar pas umur 16 udah sedikit trampil dan bisa ambil SIM lalu ke sekolah bisa bawa motor, lebih murah daripada ngojek (sering ngojek daripada ngangkot).

Meski relatif lambat belajar secara fisik, tapi anak saya punya kelebihan yaitu mudah menangkap omongan. Jadi kalau ngajarin motor misalnya, kita harus banyak ngomong yang bener, karena omongan ini lebih masuk, lebih dulu dimengerti dibanding ketrampilan naik motor. He..he..

Begitu yakin udah bisa, maka pas libur naik kelas 11 urus SIM. Praktek dua kali gagal dan keburu udah masuk tahun ajaran baru. Lalu kesibukan dengan programming begitu tinggi, malas lanjutin urus SIM. Jadilah dua tahun (sepanjang kelas 11 & 12) lebih sering ngojek dan ngangkot (waktu itu dia udah lumayan dapat uang dari hasil programming sehingga merasa oke aja bayar ojek… demi waktu).

Akhirnya setelah lulus SMA timbul kembali keinginan dapat SIM spy bisa bawa motor ke kampus. Kembali ke Kantor Layanan SIM di Pasar Segar utk lanjut urus SIM. Udah 2 tahun, kelihatannya berkasnya udah hilang entah kemana, tapi diterima untuk lanjut ujian praktek (karena bukti panggilan ujian praktek masih tersimpan di dompet, meski udah sangat lusuh). Terima kasih, pak Pol.

Ujian praktek pun perlu berkali-kali lagi. Ya memang saya lihat dia tidak sangat trampil naik motor, tapi menurut saya ketrampilannya sudah cukup untuk berkendara di jalan raya khususnya ke kampus. Ujian praktek SIMnya menurut saya tidak realistis, tidak sesuai kebutuhan/kenyataan. (Saya perhatikan ada orang yang sangat trampil pun bisa tidak lolos ujian itu.) Tapi akhirnya dapet juga.

Saat-saat awal, saya yang bawa motor ke kampus, dia di belakang. Sambil saya kasih contoh cara paling aman untuk berkendara. Ambil sebelah kiri, jangan zig-zag, dst… cukup banyak teorinya (dan biasanya dia mudah ngerti teori itu, semoga dia betul tidak emosi dan langgar itu teori).

Kalau pulang dari kampus, sering saya tanya gimana pengalamanan berkendara. Dan dia banyak cerita pengalaman yang berbeda: pengalaman dengan kondisi jalan dan cuaca, pengendara lain, dst. Dan itu dievaluasi. Sejauh ini banyak pelajaran dan semua berjalan baik. Kecepatan dia maksimum 60 km/jam (udah pas lah, saran kami 50-60 saja). Mulai berani berkendara malam, subuh, … mulai merasa lebih nyaman mboncengin teman (dan dia selalu bawa helm kedua) -mboncengin orang memang kadang tidak mudah ya.

Ya demikianlah cerita kecil yang penting tentang kemampuan anak, tentang kedewasaan emosi, kepatuhan hukum, keamanan berkendara, mengambil keputusan sesuai keadaan dan keyakinan.

Kadang kuatir keamanan di jalan, tapi sejauh ini kami yakin itulah yang pas buat anak kami. Jadi jalani saja sebaik mungkin. Semoga selalu selamat di jalan.

Fenomena Inequality

Saya kemarin chatting dengan teman lama di ugm dulu… kawan saya ini sekarang jadi buruh arsitek di Dubai.. dan ternyata dia adalah salah satu arsitek yang terlibat dalam sebuah projek raksasa, hotel Burj al Arab, yang konon hotel paling mewah di dunia saat ini. Kalo mo lihat hotel itu, ini link-nya: http://www.dubai-architecture.info/DUB-003.htm.

Waktu saya tanya ke kawan saya, berapa rate nginap di situ yang paling mahal… dia bilang $30.000 per malam ..

“bujubuneng!! .. duit kabeh sak mono kuwi dab??” tanya saya ke kawan saya…

Mbayangin ada orang yang bakar duit 300juta semalam cuma buat tidur.. bikin rambut saya langsung kriting..

Dunia Menjerit, Apa Jawabmu

Judul di atas adalah sebuah judul/topik bahasan sebuah “seminar” waktu saya masih SMA (some time between 1983-1986). Dunia menjerit, apa jawabmu? Seorang sobat saya menyahut di belakang: “Ikut  menjerit!” Ha..ha.. dia memang lucu.

Rom 8:22  Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin.

Segala makhluk sama-sama sedang menjerit. Kemacetan, penyakit, kemiskinan, gempa bumi, banjir, … apalagi yang kurang di negara kita ini? Dunia menjerit.

dunia  menjerit, apa  jawabmu
jakarta dari atas monas

Rom 8:23  Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.

Continue reading “Dunia Menjerit, Apa Jawabmu”

His Story in My Story

Saya kemarin ke Polda (urus BBN kendaraan), trus ke Mangga Dua (Soko minta tolong dibeliin software). Bagi saya naik kendaraan umum biasanya sangat menyenangkan (spt biasa, dan hanya sekali-sekali :D): bus ac, busway, krl express… sambil mengamati, merenung, berdoa, baca buku. Kemarin saya baca satu bagian/beberapa halaman dari buku CWW (church without wall). Penulisnya (yang sudah Tuhan pakai untuk membawa Injil ke banyak negara) mengisahkan kisah ‘kecil’ dalam keluarganya yang tidak menjadi catatan besar di dunia ini, tapi menjadi catatan besar di mata Allah.

anak adalah generasi penerus kita

Singkatnya kisah itu bermula dari seorang migran Denmark di Minnesota (Carson Christiansen) yang mempengaruhi tetangganya pasutri Peter-Anna (asal Denmark juga). Peter tidak respons, tapi Anna menjadi percaya Kristus. Peter-Anna memiliki 4 anak. Anna berusaha sehingga akhirnya salah satu anaknya Arnold bisa bekerja pada Art Hanson, penjual bahan pangan setempat (yang orang Kristen juga). Dengan interaksi ini, Arnold menjadi percaya. Eva tunangannya menyusul percaya. Arnold dan Eva menikah, memiliki enam anak… dan penulis buku CWW adalah salah satu anak ini.Sejarah dunia tidak pernah mencatat dan tidak mengingat Carson maupun Art. Mereka mungkin meninggal tanpa sadar arti hidup mereka. Tapi Tuhan tahu dan Dia mencatat serta mengingatnya…. Dan buah dari kisah itu sangat besar dalam keluarga besar penulis buku CWW, bahkan mencapai ribuan orang di banyak belahan dunia.

Yes 60:22  Yang paling kecil akan menjadi kaum yang besar, dan yang paling lemah akan menjadi bangsa yang kuat; Aku, TUHAN, akan melaksanakannya dengan segera pada waktunya.

Menurut penulis tsb, penulisan sejarah gereja selama ini hanya berfokus pada tiga hal: jatuh bangunnya pranata gereja, biografi orang-orang yang menangkap perhatian publik, karya tulis sebagian orang-orang tsb (hal 63). Tapi menurut dia, dari sudut pandang Allah, sejarah gereja adalah sejarah Roh Kudus memakai orang-orang kecil. (Ilustrasi biji sesawi, ragi dalam adonan, benih dalam tanah.)

Jadi dari cara pandang ini, hidup kita sedang membuat sejarah: sejarah kisah pekerjaan Allah dalam hidup kita. Hidup kita adalah perpanjangan sejarah perjanjian baru.Kiranya kita menikmati senantiasa penyertaan Allah dalam setiap pergumulan hidup kita… karena di dalamnya tersembunyi/terkandung pekerjaan Allah.