Cinta Mengatasi Perbedaan Pendidikan Dan Pekerjaan

Ketika berdoa, meminta seorang pasangan hidup, saya mendoakan seorang yang percaya Kristus dan bertumbuh. Setelah itu bertanggung jawab/bekerja, berasal dari keluarga yang baik, mengasihi dan menerima saya dan keluarga saya. Baru kemudian pendidikan sejajar dan memiliki pekerjaan yang tetap.

BD sudah pedekate sejak 2010, saat saya lulus kuliah. Dia beberapa kali sms/telp/komunikasi di facebook. Saat itu, saya sedang merangkai mimpi-mimpi tentang pekerjaan dan kehidupan pribadi. Saya tidak menanggapi BD karena dia bukan tipe saya, secara fisik, pendidikan dan pekerjaan. BD kerja di bengkel sebagai montir (lulusan STM).

Kemudian saya mendapatkan pekerjaan yang berbeda/baru. Saya banyak berubah, tidak terlalu perfek lagi/lebih santai, tidak terlalu pemikir dan lebih siap menghadapi segala keadaan, yang buruk sekalipun. Karena seorang supervisor sering dihadapkan pada masalah, mental saya sudah sering diuji melalui pekerjaan. Suatu saat, saya ingin hidup sederhana, ingin mengurus rumah, ingin bisa mengatur keuangan dengan baik … dan ingin menikah. Menurut saya, Tuhan yang menaruh keinginan ini dalam hati saya.

Sebenarnya saya mendoakan BD sejak dia pedekate, tapi saya tidak terlalu yakin karena dia bukan tipe saya. Memang saya bergumul tentang pendidikan dan pekerjaan BD. Saya nangis beberapa kali karena hal ini. Tapi saya diingatkan tujuan saya mendoakan pasangan hidup. Seorang anak Tuhan, percaya kepada Tuhan, takut akan Tuhan. Bukan status pendidikan dan pekerjaannya.
Saat pulang ke kampung Natal 2013, saya menghubungi BD untuk bertemu (kami satu kota asal, teman SMP). Saat itu saya berdoa, ingin berteman dan mengenal BD karena selama ini kami hanya komunikasi via sms/telp/facebook. Sejak itu kami semakin intens berkomunikasi. Dan akhirnya dia ke kota saya untuk pertama kali bulan Februari. Setelah itu kami pacaran.


Saya menerima BD karena dia anak Tuhan, dia mengenal Tuhan sejak 2004, baptis 2008. Dia bertumbuh di gereja, berbeda dengan saya yang sejak lahir sudah Kristen, bertumbuh di gereja dan persekutuan. BD pekerja keras, dia bekerja setiap hari jam 8 pagi-6 sore. Dulu dia harus membiayai bapak ibunya saat sakit, menyekolahkan adik-adiknya. Kakak-kakaknya di kampung pekerjaannya tidak tetap, jadi mereka mengandalkan BD, sebagai anak satu-satunya yang kerja di Jakarta. Maka BD pandai mengatur keuangan sampai sekarang.

Bapak ibunya sudah meninggal beberapa tahun lalu. Adik-adiknya sudah menikah. Diapun telah mendoakan saya sejak lama tapi tidak berani datang ke kota saya karena dia pikir saya telah punya pacar karena saya tidak menanggapinya. Setelah saya ajak dia ketemu, kami berkomunikasi dan dia mengajak saya berpacaran.
Saya berdoa dan melihat kriteria utama. Dia anak Tuhan. Walaupun kami bertumbuh di tempat yang berbeda, dalam waktu yang berbeda pula tapi saya melihat dia serius dengan imannya. Dia rajin belajar FT. Maka saya mau berpacaran dengannya. Kami beberapa kali diskusi tentang FT. Saat berpacaran saya ajak dia baca buku-buku tentang pacaran dan pernikahan. Kami diskusi. Hal ini menolong kami memiliki pengetahuan yang benar tentang pacaran yang berkenan kepada Tuhan. Saya ajak BD ketemu dengan teman couple di kota saya. Kami belajar beberapa hal, yaitu kejujuran dan keterbukaan.

Kami memang memiliki karakter yang berbeda. Saya pemikir, perfeksionis, banyak pertimbangan, berhati-hati dalam mengambil keputusan, tertutup. Dia mandiri, berani ambil resiko, tegas, konsisten, mandiri. Dia memang tidak banyak teman selain di pekerjaan karena waktunya tersita di pekerjaan. Lingkungan kerjanya tidak baik, dulu pertama-tama di Jakarta dia diajak ke club, main kartu, judi, minum, dll. Maka dia, setelah pulang kerja jam 6 sore di mess aja, ke mall kadang-kadang. BD ikut bible study di gerejanya tiap Rabu sore setelah pulang kerja.

Kehidupan BD di Jakarta adalah kerja kerja kerja. Kemudian istrahat di mess, ke mall/ke gereja dan kerja lagi esok harinya. Sebenarnya dia bisa libur seminggu sekali tapi tidak diambil. Dia akumulasikan liburnya untuk mudik. Saat pacaran saya sering ledekin dia kuper. Karena memang jarang keluar. Saya juga bergumul tentang ini. Dia kok gak punya teman banyak, jarang pergi kemana-mana, kerja terus. Saya berdoa dan sempet protes sama Tuhan. Tapi Saya ingat alasan kenapa dia kuper, karena lingkungan yang tidak baik. Makanya saat pacaran saya pernah ajak dia menengok anaknya teman, bareng teman-teman komunitas. Rencana saya ingin ajak dia saat persekutuan tapi kendalanya kadang-kadang dia gak bisa libur karena pekerjaan membutuhkan dia.

Saya juga kadang sebel. Saya liburnya hari Minggu, BD hari Minggu jarang bisa libur, palingan 1 kali hari Minggu dalam sebulan. Jadi kalau saya ada kegiatan komunitas, BD jarang ikut. Tapi yang saya pelajari dari sebuah hubungan pacaran adalah saling mengerti. Dia tidak melarang saya kegiatan di luar, saya juga harus mengerti pekerjaannya yang malah rame di hari Minggu.

13 September 2014
the happy lady: MS

Aku Sudah Menandatangani Lembar Persetujuan Operasi

RS Cikini Jakarta, 1 November 2013

Hari Jumat 1 November 2013 di Cikini, sehari sebelum jadwal operasi. Tadi di ruang hemodialisis aku tidur, tapi ternyata AC kurang dingin sehingga rasa sumuk di punggung dan kepala yang setiap kali minta bantalnya dibalik membuatku tak bisa nyenyak tidur. Jadilah aku malah kirim-kirim pesan dan menelepon beberapa anggota majelis, memberitahu update perkembangan terakhirku. Boleh jadi yang selalu membaca jurnal ceritaku bahkan lebih memahami update berita terkiniku daripada banyak warga dan majelis di gerejaku yang tak punya akses email.

Aku belum menyampaikan pesan Dr. David saat menemuiku pertama setelah aku opname di rumah sakit ini, “Sekarang yang harus dipersiapkan lebih dari sebelumnya adalah doa”.  Tetapi ternyata Majelis GKJ Purwantoro sudah memutuskan, malam ini mengadakan persekutuan doa, dan besok akan diadakan hari doa dan puasa, bertepatan dengan pelaksanaan operasi transplantasiku.  Oh, menghubungi tiga orang anggota Majelis GKJ Purwantoro dan masing-masing dengan caranya sendiri menginformasikan hal itu dan mendoakanku membuat I am almost crying.

***

Ternyata beberapa tamu yang mengunjungiku tidak seperti sebelumnya di antar oleh Suster sampai di hadapanku, kemudian berpesan, “Pasien sudah dibatasi, jadi sebentar saja berkunjungnnya”. Tadi paman ipar kakakku mengunjungi hanya diberi waktu 5 menit. Tadi pagi saudara iparku dari kakak lain yang mengunjungi bahkan langsung balik badan setelah melihatku sudah mengenakan masker, tapi terus kembali lagi bersama istrinya yang dinas sebagai perawat di Cikini ini.

Usai hd tadi aku tidur sangat nyenyak, dan ada dua petugas pastoral yang datang bergantian untuk mendoakanku pamit lagi karena melihatku tidur sangat nyenyak lengkap dengan maskerku. Wah betul sekali kata Mazmur 127, bahwa berkat itu dikaruniakan Tuhan kepada orang yang dikasihi selagi mereka tidur. Coba, kalau aku tidak tidur, pasti aku akan didoakan berpanjang-panjang lagi oleh mereka. Masing-masing telah mendoakanku dua kali selama aku mondok, jadi aku cukup tahulah bagaimana gaya mereka berdoa. Karena itu sungguh aku ingat dengan terpesona pesan Bapakku (almarhum, 8 April 2013, diberkatilah semua kenangan akan beliau)  yang tak jemu berkata kepada orang yang akan mendoakannya saat beliau sakit dulu, “Kalau berdoa jangan panjang-panjang, nanti aku jadi bingung”.  Waktu itu aku berpikir Bapakku berani sekali berpesan seperti itu, padahal jelas beliau tidak pikun dan dapat mengikuti semua pembicaraan dengan baik. Sekarang setelah didoakan sekian banyak orang dengan segala macam gaya, ternyata aku ikut-ikutan bersikap seperti Bapak.

***

Satu prosedur yang harus kulakukan adalah menandatangani lembar persetujuan operasi. Blangko yang disodorkan perawat padaku sudah diisi dengan tulisan tangan yang sekalipun terbaca tapi sangat tidak rapi, dan ditandatangani dengan tulisan lain yang berbeda oleh Dr. David Manuputty. Saat sampai bagian resiko aku baca keras-keras bahwa operasi ini akan bisa berakibat dan membawa resiko: 1. Nyeri pasca operasi, 2. Pendarahan 3. Infeksi. 4. Penolakan terhadap organ yang  ditransplantasikan. Akibat nomor 1 tak bisa tidak dihindari, sekalipun tehnik bedah sudah sangat maju dan luka yang dibuat seminim mungkin.  Resiko no 2-4 tak bisa dijamin bebas sama sekali, karena itu sangat perlu menjaga kebersihan dan kehati-hatian dengan perawatan terbaik dan obat-obatan agar itu tidak terjadi. Tegas kubaca pula dalam formulir ini, bahwa tindakan medis transplantasi ini merupakan alternatif satu-satunya untuk kasus gagal ginjal kronik yang kualami, tak ada jalan lain untuk sembuh. Udah ah, aku kan sudah menyerah.

Tadi saudara istrinya Teja datang dan kebetulan bertemu aku juga. Kudengar pertanyaannya ke Teja, “Takut nggak?” Hahaha, jawabnya sama denganku, “Pertanyaan itu tidak relevan dikemukakan sekarang. Kalau takut, aku kabur dari tempat ini sekarang juga”. “Iya, jadi kayak film Dono Warkop yang jadi pasien melarikan diri dari rumah sakit”, istri Teja menimpali sambil semua tertawa. Ternyata memang tertawa meredakan banyak ketegangan menanti selama ini, yang kadang juga dibuat sendiri. Pasien lain mengenalku selalu gembira, tersenyum dan menyapa terlebih dahulu siapapun yang berpapasan. Para perawat yang kadang, eh sering kuusili sehingga sungguh tanpa gelang identitas pasienpun tak mungkin aku tak akan dikenal oleh para perawat yang bertugas di sal ini.

Aku juga hendak berterima kasih untuk semua pemberian, dukungan, dan terkhusus makanan yang mengalir bersama kunjungan padaku. Ah, apa karena aku selalu nulis tentang makanan sehingga banyak yang membawa kemari ya? Lebih berbahagia memberi daripada menerima. Maka supaya kebahagiaanku lengkap, kubagi-bagi juga makanan yang ada ke semua pasien yang lain, terlebih yang aku tahu tak ada yang menjenguk, atau terlihat murung, juga saudara yang menemani pasiennya.

***

Barusan perawat yang lain lagi datang dan mengulang prosedur khusus yang akan kujalani sejak sore sampai pagi besok. Aku harus keramas, mandi dengan dettol, cukur gundul semua rambut, dan diberi obat pembersih lewat anal segala, lewat pukul 22 ini aku sudah harus puasa. Hiks, aku malas menuliskan detailnya. Baru membayangkan saja sudah hehehehe.  Udah ah, aku sudah menandatangani lembar persetujuan operasi. Bahkan semua urusan administrasi pasien ke rumah sakit juga sudah dibereskan dengan bantuan Pak Mulyo yang cekatan mendampingi. Betul sekali pesan Dr. David, “Yang perlu sekarang doa Pak Pendeta”. Doa yang sederhana, semoga semua lancar adanya. Itu mujizat yang sebenarnya.

salam

Pemulung Cerita

Aktivitas dan Konsep Diri

Aktivitas bersama orang tua dan anak, dan apalagi dalam komunitas besar, bisa sangat berguna untuk mendidik konsep diri anak-anak kita. Kebersamaan dan aktivitas itu sendiri saja sudah berguna, apalagi jika ketika aktivitas itu orang tua memberi komentar-komentar yang bagus/membangun.

anak - mahasiswa - orang tua

Salah satu aktivitas yang favorit adalah olahraga bersama (badminton, bola tangan, futsal, dst). Olahraga sudah jelas baik bagi kesehatan fisik. Olahraga tim lebih lagi gunanya untuk kesehatan mental. Melalui olahraga, kita bertumbuh dalam banyak hal.

Variasi komunitas: selain komunitas keluarga, aktivitas ini bisa dilakukan dalam konteks dengan mahasiswa. Ada kelebihannya lagi: anak-anak akan menatap seniornya, dan mulai diberi wawasan tantangan ke depannya. Variasi lain adalah menerima tamu atau interaksi dengan satu dua keluarga dari komunitas lain.

Self Development

Bagaimana kita berkembang? Bagaimana kita bertumbuh? Salah satu jawaban sentral atas pertanyaan itu adalah: siapa di sekitar saya, bagaimana interaksi saya dengan sekitar saya.

Pro 13:20  Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang.

self development = community development

Setiap orang dalam komunitas memiliki setting hidup berbeda, keyakinan yang berbeda/unik, kemampuan dan cara berpikir yang berbeda, dst. Interaksi orang-orang yang berbeda ini akan saling melengkapi dan memberi inspirasi, membawa keseluruhan komunitas itu ke arah kemajuan bersama-sama. Adalah sayang sekali, jika kita tidak memanfaatkan atau tidak saling bergantung satu sama lain, apalagi jika kita loneranger.

Bagaimana setting saling mengembangkan ini? Satu orang ketika perjalanan dinas ke kota lain, bisa mengunjungi keluarga/teman yang ada di kota tsb, menikmati waktu bersama dan saling berdiskusi tentang isu-isu yang dihadapi. Oh indahnya… Setting lain lagi adalah: interaksi makan siang dengan teman-teman yang kantornya satu gedung, meski beda kantor/pekerjaan. Setting ini sangat simpel, tidak perlu energi besar.

Waspada Virus CLBK

Dunia makin sexy dan menawan mata dan gairah kedagingan kita. Dan kita hidup di dalamnya. Sementara di saat yang bersamaan kita dikehendaki untuk ambil bagian dalam projek rescue dunia dari penguasaan dosa dan Iblis. Wah… wah… makin kompleks deh tantangannya.

Saya terbeban untuk berbagi rasa kewaspadaan demi Kristus Isa Almasih yang telah menebus lunas hidup kita….

Internet, SMS, MMS, FB, Skype, dll, adalah produk perkembangan teknologi yang amat positip bagi komunikasi dan informasi. Tetapi sisi lainnya adalah ‘virus’ yang bisa menghancurkan hubungan-hubungan kita dengan yang kita kasihi: baik suami, isteri, teman/sahabat maupun Tuhan, juga menghancurkan disiplin rohani kita.

Kita tahu ‘virus’ clbk (cinta lama bersemi kembali), ajcl (asyiknya jatuh cinta lagi), adpil (affair dengan pribadi idaman lain), dlsb, semua dimudahkan dengan fasilitas internet maupun hp, bb…. Ini bisa membuat cepat atau lambat hubungan dengan pasangan yang sah rusak, penuh kecurigaan, kecemburuan. Hal ini bisa berujung saling menyakiti dan menjauhi dan bagi single: dikuasai pornografi dan fantasi seksual yang melumpuhkan sendi-sendi kemuridan kita…..

Seorang yang telah menikah lebih dari 20 tahun, atau baru 7 tahun, pernikahannya bisa porak poranda gara-gara sms atau chatting via internet yang memang sangat nikmat karena memberikan sensasi-sensasi emosi, cinta eros dan fantasi yang makin mengasyikkan…. Dari teman lama, dari TTM (teman tapi mesra), dari ‘mahkluk’ maya tak dikenal, dari….. mantan pacar….. dari pria atau wanita idaman (lain)….

Bisa saja seorang single tertipu puluhan juta rupiah, karena janji-janji dan rencana muluk untuk menikah, setelah melalui proses chatting lama via internet dengan pribadi idaman di dunia maya. Ternyata pasangan di seberang adalah penipu yang menghipnotisnya dengan mimpi-mimpi kehidupan pernikahan yang indah….. Anehnya, bisa tidak kapok, ketagihan untuk pacaran lagi via internet dengan pribadi maya nun jauh disana…. Makin lama makin sulit dicegah…. sepertinya emosinya sudah melambung tinggi…. hidup di dunia fantasi.

Seorang ibu (yang udah beranak, atau bahkan punya cucu) bisa saja terlibat hubungan affair yang dalam karena sms yang berisi pujian dan rayuan dari seorang mantan rekan kerjanya…. Makin lama makin rindu akan sms itu, walau tahu bahwa itu gombal dan tidak baik, tapi entah kenapa makin merindukan… padahal sang suami sangat mencintainya…. ruwet deh… dari merindukan sms nya hingga merindukan copy darat.

Betapa dahsyatnya tantangan yang kita hadapi , sayapun tidak kebal terhadap serangan ‘virus’ aneh tersebut…..

Tips untuk menghadapi ‘virus’ clbk dll:

  1. Pastikan setiap pagi sebelum keluar kamar tidur: telah puas dengan Kristus (cinta-Nya, penerimaan-Nya, persahabatan-Nya, pelukan-Nya… kehadiran-Nya… janji-Nya).
  2. Minta pasangan untuk selalu cek sms, fb, skype kita. Izinkan dia punya password kita, kalau ada sms menggoda atau godaan via internet… sesegera mungkin diskusikan dan hadapi bersama pasangan. Untuk para single bisa minta mentor atau sahabat yang berfungsi untuk accountability.
  3. Berdoa sungguh-sungguh dan berupaya (setiap hari) agar gairah cinta kepada pasangan makin ‘hot’ ( Amsal 5: 15-21). Bagi single mohon kekuatan khusus untuk sabar dan menantikan yang dari Tuhan.
  4. Jika ada ‘history’ yang di ‘clear’, akan lebih kuat dorongan untuk menghadapinya jika diketahui dan dihadapi dengan pasangan. Berdua lebih baik dari seorang diri menghadapi.
  5. Jika sudah terlanjur ada ikatan emosi yang cukup dalam, dengan bijaksana sampaikan ke pasangan atau mentor dan gunakan ‘community of grace’ dalam proses pemutusannya.
  6. Kembangkan disiplin mata dan ujung jari dalam meng ‘klik’ situs-situs yang sudah beraroma mengakibatkan ‘ketagihan’.
  7. Berdoa bersama pasangan atau teman sekamar atau mentor setiap malam untuk penyucian dan pendamaian melalui kuasa darah Kristus, setelah seharian bersinggungan dengan dunia yang makin penuh virus…… mutlak antivirus… kuasa karya penyucian dan pendamaian Kristus di kayu salib.
  8. Kembangkan community of grace dan jangan menjauh (Ibrani 10:24,25).
  9. Kembangkan pikiran bahwa sorga itu nanti, bukan sekarang, sekarang saatnya menyangkal diri dan memikul salib (Lukas 9:23)… Jadi wajar kalau sekarang menderita.
  10. Hiduplah dengan tujuan yang sama dengan tujuan Kristus hidup (Markus 10:45), bukan untuk kenyamanan, kesuksesan atau kemakmuran.

Kiranya Tuhan melindungi kita semua. (KRT)

Humor: dari Anak-anak Kita

Menikmati waktu dengan anak-anak, tak habisnya kita ini dibuat terbengong-bengong, geli, dsb… Banyak yg kita rasa sudah kita ajarkan tapi makin banyak pula hal yang tampaknya muncul sesuai dengan keunikan anak-anak.

Joke 'Kusoko'
Daniel - Soko (1998?)

Continue reading “Humor: dari Anak-anak Kita”