Sedikit Kabar dari Desa

Sedikit Kabar dari Desa, Ujang Sanusi, 2 Agustus 2019

Hari ini hari ke-2 saya di desa Tunggorono (tunggu disana 😀), Kec. Kutoarjo, Kab. Purworejo.

Ibu meminta saya mengantarnya ke makam ayahnya (kakek saya) sebelum kami mengunjugi makam nenek kesayangan saya yg dipanggil dgn panggilan sayang simbok Wagina.

Agak ironis ibu dan saya seumur hidup belum pernah menengok makam kakek yang adalah suami simbok Wagina.

Nama Kakek adalah Pawiro Taruno. Wow keren tenan, selama ini cuma tahu nama sapaannya “mbah Ro“.

Leluhur saya dari ibu agak komplikatit karena simbok Wagina adalah istri kedua dari Mr. Pawiro Taruno beranakkan ibu saya. Dari istri pertamanya melahirkan 1 anak saja bernama alm. Manisem. Simbok Wagina juga punya suami lagi yaitu simbah Dollah sebagai istri keduanya beranakkan 1 anak yang bernama Martinah. Kedatangan saya ke kampung dalam rangka menjenguk bulik Martinah ini yang terkena stroke.

So, ibu ada 3 bersaudara. Kakaknya Manisem satu bapak tapi lain ibu. Adiknya adalah Martinah yang adalah satu ibu tapi lain bapak… so complex flowchart.

Back to the laptop.
Makam kakek jauh dari kampung asal karena dibawa cucunya yang bernama Paini (anak dari Manisem) ke kampung suaminya Paini di selatan untuk dirawat dan akhirnya dimakamkan disana.

Jadi tujuan today adalah ke kampung si Paini yg menurut silsilah dia itu sepupu saya atau keponakan ibu saya.

Agak kesasar karena paklik sebagai guider lupa-lupa ingat sampai berhenti di depan balai desa untuk bertanya. Saat bertanya, tiba-tiba ada orang berdua datang naik motor mau rapat ke balai desa yang tak lain adalah si Mbakyu Paini dan suaminya.

Jujur saya lupa-lupa inget dengan mbakyuku ini (terlalu! 😂). Kalau ibunya, bude Manisem saya ingat karena sering lihat waktu saya kecil dulu. Tapi karena wajahnya mirip ibunya, saya guess ini pasti Paini…. Dia ingat saya dan berteriak menyapa tanpa tahu di belakang duduk ibu saya. Saya turunkan kaca belakang dan dia surprise melihat ibu saya yg adalah bulik (tante)-nya.

Dia memeluk ibu sambil menangis dan berkata, “Saya rindu sekali tak melihat bulik sudah lama sekali…” Saya terharu melihat peristiwa ini dan sempat saya foto….

WhatsApp Image 2019-08-02 at 12.07.55

Saya sempat meneteskan air mata tanda penyesalan why didn’t I bring her to this place to see her beloved big family long time ago.

WhatsApp Image 2019-08-02 at 12.07.57

Ada banyak air mata kerinduan dari kerabat dan handai taulan yang mungkin agak terlupakan oleh kesibukan kita.

Ketika turun dari mobil, mbakyu Paini memelukku begitu erat seperti seorang kekasih yang ditinggal lama… ya, dia rindu adik sepupunya yang ganteng ini 😜..

(Ah, kapan ya awak dipeluk erat begini oleh istriku yang cantik di Cibubur… wakakakakk😍..)

Aku pun baru mengenal suami Paini (terlalu lagi!!😂). Namanya mas Masiso. Lah kok mirip-mirip namanya dengan mertuanya…. mantu Maniso = mertua Manisem 🤣.

Mas Maniso dan mbakyu Paini begitu ramah menjamu di rumahnya… mengenalkan anak-anak dan cucu. Inilah budaya Indonesia khususnya Jawa yang ramah dan rendah hati, hangat dan tulus.

Kami diantar ke makam kakek. Again ini kali pertama melihat makam kakekku yang dikubur jauh dari nenekku. Dikelilingi sawah nan hijau dalam ketentraman desa….

WhatsApp Image 2019-08-02 at 12.07.53

Ibu berkata, “Bapak aku datang….” ❤

WhatsApp Image 2019-08-02 at 12.07.56

Jumat, 2 Agt 2019

Advertisements