Merayakan Hidup Hari Ini

Purwantoro, 19 Juni 2019

Mengingat ulang jauhnya sudah perjalanan hidup perlu dilakukan setiap kali, agar kacang tidak meninggalkan lanjaran, karena mengingat asal-usul akan memudahkan diri menjawab “sangkan paraning dumadi”. Setiap kali ada tanya kehendak siapakah menjadi, menuju kemanakah seperti?

Hidup itu dijalani urut, hari demi hari, melewat minggu, bulan, dan tahun. Kesadaran memberi pemahaman, betapa berharga semua proses yang pernah ditempuh. Sebaliknya sekalipun secara matematika setahun ada 365 hari 12 bulan 52 minggu, dan setiap hari dibagi dalam hitungan jam menit dan bahkan detik, saat kita sudah menjalani bisa saja susunannya terbolak-balik dalam memori, bahkan ada yang ingin dilupakan, ditolak, dan dibuang kalau saja bisa.

Merayakan hidup adalah mengolah kesadaran, betapa hidup hari ini adalah proses yang menyambung hari-hari lalu. Seringkali kita tidak bisa memilih dan berjuang mengupayakan harapan rencana dan keinginan agar terwujud, selain menerima dan menyerahkan kepada yang kuasa dan berwenang. Dalam pasrah penyerahan dan penerimaan, bahkan untuk dukacita dan kehilangan, ataupun perpisahan dan paket kesedihan yang bersamanya. Semua itu bisa diterangi saat kita mau berteduh dengan diri, memeriksa satu-satu resah geram penolakan dan duka, sampai akhirnya mengaku, “Kehendak-Mu yang jadi”.

Aku merayakan hidup hari ini, menuliskannya menjadi deklarasi sekaligus ajakan untuk mengolah masa lalu dalam penerimaan dan penyerahan. Sekaligus menyongsong masa di hadapan dengan keyakinan dan pengharapan. Kasih itu tetap selama-lamanya. Asal saja tidak ingkar dengan menyangkal dan lupa. Kebersamaan dengan semua saudara yang menyertai hidup kita sampai sekarang terlalu berharga, untuk ditelikung beban masa lalu yang sudah lewat ditinggalkan. Sebaliknya, terhampar halaman putih bersih yang siap ditulisi ke depan, lewat pilihan-pilihan dan kerja kita hari ini.

Apapun keadaan yang ada, sudah sekian lama aku memilih untuk merayakan hidup. Kebersamaan saat ini terlalu indah untuk diabaikan. Perayaan selalu mengajak sesama, orang lain, untuk bersukacita bersama-sama. Dengan tulisan ini aku sudah mengerjakannya.

Selamat merayakan hidup.

Advertisements