Gunawan Sri Haryono

dalam kenangan:
Gunawan Sri Haryono
Solo, 23 April 1964 – 13 Juni 2019

oleh: Pdt Yahya Tirta Prewita

Relasi saat masih ada bersama berbeda dengan relasi saat berjauhan. Ada perberbedaan relasi saat satu sama lain tiada halangan untuk bertemu, dibanding ketika jarak memisahkan, atau ada tugas kewajiban yang harus dilaksanakan.

Saat relasi terputus, tak ada kontak satu sama lain, sering membawa angan pemikiran jadi bertanya dan resah. Sebaliknya, sekalipun ada di tempat yang sangat jauh, bila ada kabar berita dan dapat berkomunikasi rasa hati lebih tentram dan sejahtera.

Peristiwa kematian lebih dari sekedar keterpisahan dan tak ada kontak. Keberakhiran daur hidup makhluk fana di dunia ini ternyata membawa dimensi pengalaman iman, berupa dimensi relasi yang baru kepada para murid. Yaitu peristiwa Yesus yang bangkit, menjumpai para murid, dan kenaikan ke Sorga, dan klimaksnya adalah turunnya Roh Kudus.

Kenaikan Tuhan Yesus ke sorga dan turunnya Roh Kudus membawa corak relasi yang baru. Corak baru ini adalah relasi yang mengatasi relasi fisik.Yesus sudah naik ke Sorga dan para murid masih hidup di dunia . Karunia Roh Kudus dicurahkan agar para murid senantiasa dalam persekutuan dengan Yesus. Roh Kudus mengajar para murid untuk senantiasa belajar mengerti kehendak Allah Bapa, apa yang akan terjadi kemudian, sebagaimana Yesus bersama dan mengajar para murid.

Hidup ini memperhadapkan kita kepada situasi, keadaan, dan perkara yang tidak kita ingini. Setiap kebersamaan pasti berakhir, sukacita ganti berganti dengan kesusahan, pengharapan kita diuji oleh kesabaran, dan kekuatan diri kita sangatlah lemah menghadapi semua tanya dan resah.

Syukur kepada Allah. Bacaan dari Roma 5:1-5 dan Yohanes 16:12-15 mengingatkan, karunia Roh Kudus yang mendampingi, dan menguatkan kita untuk terus hidup dalam persekutuan dengan Tuhan, dalam segala kasih dan anugerah.

Dalam Tuhan, kematian pun bukan lagi perpisahan yang harus membuat takut, tanya, dan resah. Roh Kudus menolong semua orang percaya untuk belajar mengerti dan menerima, bahwa dalam kesemua itu ada kehendak Allah Bapa yang baik bagi semua anak-anak-Nya.

Doa: Syukur untuk cinta Tuhan, dan karunia Roh Kudus, kuatkanlah kami untuk tetap bersukacita dalam kesusahan, dalam kesabaran, dalam pengharapan, dalam kasih Tuhan. Amin.IMG_20190608_0052 (1 Des 85)Menerima Teguran dengan Baik

Advertisements