Menikah atau Melajang: Sebuah Perspektif

(Ita Siregar, Feb 2004)

“Hidup hanya sekali, tapi kalau dihidupi dengan cara yang benar, sekali itu cukup.” Joe E Lewis, Artis Komedi

HIDUP adalah hadiah untuk diterima dengan sebaik baiknya. Hidup menikah atau sendiri, itu soal pilihan. Bagaimana memperlakukan hidup, itulah makna yang kita berikan kepada hidup itu sendiri.

Satu kali teman saya bercerita tentang pengalamannya bersafari malam di bumi eksotis, Afrika Selatan. Melewati sekawanan binatang pelanduk, dia mengamati sesuatu yang menarik. Di beberapa tempat, pelanduk pelanduk itu bergerombol berdua dua, yang lain sendiri menjauh. Ketika ditanya kenapa begitu, pemandu wisata mengatakan bahwa pelanduk yang berdiri berdua adalah pasangan, sedangkan yang sendiri adalah pelanduk yang ditinggal mati pasangannya. Pelanduk tidak mencari pasangan pengganti sampai akhir hayatnya. Wah .. hidup melajang pun menjadi pilihan sadar binatang.

Continue reading “Menikah atau Melajang: Sebuah Perspektif”

Advertisements